Kesimpulan:
Setelah kita interpretasi dan maknai keseluruhan liriknya, jelaslah bahwa lagu The Scientist berkisah tentang seorang pria (penulis lagu), yang berusaha memperbaiki hubungan dengan kekasihnya. Dalam usahanya tersebut, ia dengan cermat menganalisis akar dari semua masalah berdasarkan pikiran dan logika layaknya ilmuan. Namun pada akhirnya dia tidak bisa menjelaskan mengapa permasalahan itu terjadi, dan mengapa hubungan antara ia dan kekasihnya menjadi rumit.
Tidak peduli sekeras apapun ia berusaha, tidak peduli berapa banyak ia berlogika dan menganalisis kembali situasi berdasarkan pada asumsi yang berbeda, dia selalu sampai pada kesimpulan yang sama, bahwa hubunganya dengan kekasihnya menemui jalan buntu, mereka tetap berpisah.
Hingga akhirnya ia menyadari bahwa cinta itu sendiri adalah sebuah rasa yang tak semua orang bisa memecahkannya, sekalipun menggunakan logika dan ilmu pengetahuan. Dalam artian bahwa mungkin saja logika berkata ini dan itu dengan alasan masuk akal. Namun jika hati kita berkata lain, semua logika itu akan runtuh. Oleh sebab itu, dia (penulis lagu) meminta pada kekasihnya agar memberikan kesempatan padanya untuk memperbaiki hubungan dengan kekasinya mulai dari awal lagi.
Sejatinya, cinta itu memang tak punya logika
The Scientist secara harfiah mengajarkan pada kita pada kenyataan bawah cinta memang kadang tidak masuk akal. Meskipun cintamu sudah disakiti, bertengkar berkali-kali, atau luka teramat dalam, jika hatimu masih mencintai dia, kamu akan tetap mempertahankanya. Sungguh aneh bukan? bahwa apa pun yang ada di pikiran mu, sekalipun sekuat tenaga kamu berusaha membencinya, sekalikapun semua logikamu masuk akal, hal yang selalu membuatmu paling bahagia adalah ketika lamu menyukai seseorang meskipun orang itu menyakitimu.
Lewat liriknya, The Scientist juga mengajarkan pada kita bahwa ketika kita masih mencintai seseorang, segeralah meminta maaf dan memperbaiki masalah tersebut. Jangan mencoba jadi orang munafik yang mempertahankan gengsi atau logika, karena cinta itu sejatinya simple, se-simple metafora lingkaran. kita kenal seseorang, kita jatuh cinta pada orang tersebut, kita mencintai orang tersebut, dan kemudian menemui hambatan dan masalah hingga putus dengan orang tersebut. Jika semua fase tersebut sudah kita alami namun hati kita masih mencintai orang tersebut, maka minta maaflah dan kembali lagi ke hubungan awal dimana semuanya akan menjdai baik-baik saja.
*Penulis lirik lagu The Scientist adalah Guy Rupert Berryman, Jonathan Mark Buckland, William Champion dan Christopher Anthony John Martin. Lagu ini rilis tahun 2002. Sedangkan interpretasi pemaknaan pada lirik lagu ini berasal dari pendapat pribadi penulis blog. |