Kesimpulan: Banyak yang menginterpretasi makna lagu ini sebagai lagu untuk Jhon Lenon, atau banyak juga yang menganggap lirik lagu ini tak ada kaitan satu sama lain. Itu merupakan hal yang sah-sah saja karna setiap orang berhak berpendapat. Noel sendiri ketika ia di wawancarai tentang arti makna dari lagu-lagunya pernah mengatakan "It means something different to every one of them". Dalam artian bahwa sebuah karya seni musik yang baik itu ya akan selalu memunculkan makna berbeda-beda bagi setiap pendengarnya.
Oleh sebab itu, pada blog ini interpretasi lagunya dilihat dari kacamata percintaan. Yang intinya sendiri tentang wanita bernama Sally yang trauma akan masalalu cintanya dan takut untuk jatuh cinta kembali. namun tanpa disangka ada seorang pria yang berusaha mengejarnya dan meyakinkanya. Ia pun seolah berkata “don't look back in anger” yang bisa bermakna “hey Sally, kamu memang boleh marah, boleh merasakan benci, jika ingat kisah cinta masalalumu yang pahit. tapi jangan habiskan seluruh hidup mu untuk dendam dan meratapinya. Karna masih banyak hal lain yang belum kamu temui di depan sana, dan kamu pantas untuk bahagia” Siapa sebenarnya “Sally” dalam lirik lagu? Tidak ada orang yang tahu sebenarnya siapa sosok sally yang dimaksud oleh Noel Gallagher dalam lirik lagunya tersebut. Karena sampai bertahun-tahun sejak lagu itu rilis pada 1995, nama Sally di dalamnya masih jadi rahasia. Namun Noel Gallagher akhirnya membongkar alasan di balik dipakainya nama Sally di lagu ini. Dalam sebuah wawancara Noel mengatakan bahwa nama tersebut di ciptakan teman nya yang juga musisi Richard Ashcroft (vokalis The Verve). Namun sayangnya, Noel pada wawancara tersebut tidak menceritakan lebih lanjut bagaimana proses penciptaan lagu itu dan bagaimana Ashcroft bisa mengusulkan Sally. Ia juga tidak menjelaskan siapa Sally yang dimaksud oleh Ashcroft dalam lagu itu. Yang jelas, nama itu begitu mecing dengan lagunya.
Makna lagu berubah saat terjadi “Tragedi Manchester” Pada tanggal 22 Mei 2017, sebuah ledakan bom teroris terjadi di luar Manchester Arena di kota Manchester, saat berlangsungnya konser Ariana Grande. Ledakan tersebut menewaskan 22 orang, dan melukai 59 orang. Untuk mengenang para korban jiwa tersebut, digelarlah konser amal “One Love Manchester.” Yang menarik di konser ini adalah lagu “don't look back in anger” yang seolah menjadi hymne masyarakat Manchester untuk mengenang para korban. Alasan kuat kenapa lagu ini digunakan adalah karena liriknya dan para personil Oasis sendiri adalah warga Manchester.
Jika kamu melihat di youtube, tentang konser “One Love Manchester,” terlihat jelas Christ Martin (Vokalis Coldplay) membawakan lagu ini dengan diiringi isak tangis para warga. Christ juga seolah-olah mengulang-ulang lirik ref lagu “Her soul slides away/But don't look back in anger/I heard you say” yang seolah-olah Christ ingin menyerukan pada warga bahwa kejadian tersebut memang menyakitkan, Cuma mau bagaimana lagi karena kejadian tersebut sudah terjadi, jadi jangan marah, jangan dendam jika melihat ke belakang/ ke masalalu tentang tragedy bom tersebut.
*Penulis lirik lagu Don't Look Back in Anger adalah Noel Gallagher. Lagu ini rilis pada tahun 1995. Sedangkan interpretasi pemaknaan pada lirik lagu ini berasal dari pendapat pribadi penulis blog. |